- 1 1. Pendahuluan – Apa Itu “javascript:void(0)”?
- 2 2. Konsep Inti “javascript:void(0)”
- 3 3. Contoh Penggunaan Praktis dan Implementasi
- 4 4. Keuntungan dan Peringatan – Haruskah Anda Benar‑benar Menggunakannya?
- 5 5. Alternatif dan Praktik Terbaik Modern
- 6 6. Contoh Kode Berdasarkan Kasus Penggunaan
- 7 7. Ringkasan – Cara Menggunakan “javascript:void(0)” dan Pilihan di Masa Depan
1. Pendahuluan – Apa Itu “javascript:void(0)”?
Saat belajar JavaScript, Anda mungkin menemukan notasi javascript:void(0) dalam kode sumber. Pada pandangan pertama, ekspresi ini dapat sulit dipahami. Namun, ia merupakan salah satu teknik penting yang digunakan untuk mengendalikan interaksi pengguna dan penanganan event pada halaman web.
Dalam artikel ini, kami menjelaskan secara jelas arti dan peran javascript:void(0), beserta contoh penggunaan praktisnya. Kami juga membahas peringatan penting serta alternatif modern secara detail.
1-1. Pertanyaan Umum: Apa Itu “javascript:void(0)”?
javascript:void(0) adalah sebuah ekspresi JavaScript yang digunakan untuk mencegah perilaku default dari tautan atau tombol sekaligus memungkinkan logika khusus dijalankan.
Biasanya, tag anchor HTML (<a>) akan menavigasi ke URL yang ditentukan ketika diklik. Namun, ketika Anda menginginkan sebuah tautan berperilaku seperti tombol tanpa menavigasi ke mana pun, javascript:void(0) menjadi berguna.
Berikut contoh sederhana:
<a href="javascript:void(0);">Click</a>
Mengklik tautan ini tidak melakukan apa‑apa. Sebagai gantinya, Anda dapat melampirkan logika penanganan event JavaScript untuk mengontrol perilaku tersebut.
1-2. Tantangan Pembaca dan Tujuan Artikel
Ada banyak cara untuk mengendalikan tautan dan tombol saat menerapkan penanganan event khusus pada halaman web. Namun, javascript:void(0) dapat membingungkan bagi pemula, dan penggunaan yang tidak tepat dapat berdampak negatif pada SEO dan aksesibilitas.
Artikel ini membahas topik‑topik berikut untuk membantu Anda memahami dan menggunakan javascript:void(0) dengan benar dalam praktik:
- Konsep dasar dan implementasi
javascript:void(0) - Peringatan penting serta kelemahan
- Alternatif yang lebih aman dan modern
Dengan memperoleh pengetahuan ini, pembaca akan dapat membangun aplikasi web yang lebih modern dan efisien.
2. Konsep Inti “javascript:void(0)”
javascript:void(0) adalah sebuah ekspresi JavaScript yang terutama digunakan untuk menonaktifkan perilaku default dari tautan atau tombol. Pada bagian ini, kami menjelaskan cara kerja operator void dan apa sebenarnya arti void(0).
2-1. Arti dan Peran void
Dalam JavaScript, void adalah operator yang mengembalikan tidak ada nilai (selalu mengembalikan undefined).
Biasanya, fungsi atau ekspresi JavaScript mengembalikan suatu nilai, tetapi operator void memaksa hasilnya menjadi undefined. Hal ini memungkinkan pengembang mengabaikan hasil evaluasi dan hanya memicu efek samping.
Berikut contoh dasar penggunaan void:
console.log(void(0)); // Outputs undefined
Ini menegaskan bahwa void(0) selalu mengembalikan undefined.
2-2. Apa yang Dimaksud dengan void(0)?
void(0) secara efektif berarti “tidak melakukan apa‑apa.” Dengan memaksa hasil evaluasi menjadi undefined, ia mencegah navigasi tautan sambil memungkinkan logika khusus—seperti event klik—untuk dijalankan.
Contoh:
<a href="javascript:void(0);" onclick="alert('Clicked!');">Click</a>
Mengklik tautan ini tidak menavigasi ke halaman lain. Sebagai gantinya, sebuah pesan alert ditampilkan.
2-3. Mengapa “javascript:void(0)” Digunakan?
Alasan utama penggunaan javascript:void(0) adalah sebagai berikut:
- Menonaktifkan perilaku default tautan Mencegah reload atau navigasi halaman sambil memungkinkan penanganan klik khusus.
- Berfungsi sebagai placeholder (tautan mati) Berguna untuk tautan yang sedang dalam pengembangan atau halaman yang belum selesai.
- Sederhana dan mudah diimplementasikan Sintaks yang singkat membuatnya dapat diakses bahkan bagi pemula.

3. Contoh Penggunaan Praktis dan Implementasi
Bagian ini menjelaskan contoh penggunaan konkret serta pola implementasi untuk javascript:void(0). Kami mencakup segala hal mulai dari penggunaan dasar hingga skenario aplikasi, dengan potongan kode yang jelas.
3-1. Contoh Kode Dasar
<a href="javascript:void(0);">Link</a>
Mengklik tautan ini tidak memicu navigasi halaman.
3-2. Menyesuaikan Event Klik
Contoh 1: Menampilkan alert
<a href="javascript:void(0);" onclick="alert('Clicked!');">Click</a>
3-3. Contoh Kode Berdasarkan Skenario
Memicu Jendela Modal
HTML:
<a href="javascript:void(0);" id="openModal">Open Modal</a>
<div id="modal" style="display:none; background:rgba(0,0,0,0.5); padding:20px;">
<p>This is a modal window.</p>
<button id="closeModal">Close</button>
</div>
JavaScript:
document.getElementById('openModal').addEventListener('click', function() {
document.getElementById('modal').style.display = 'block';
});
document.getElementById('closeModal').addEventListener('click', function() {
document.getElementById('modal').style.display = 'none';
});
Dalam contoh ini, mengklik tautan menampilkan jendela modal.
4. Keuntungan dan Peringatan – Haruskah Anda Benar‑benar Menggunakannya?
javascript:void(0) banyak digunakan dalam pengembangan web sebagai teknik yang praktis, tetapi ada pertimbangan penting yang perlu diingat. Bagian ini menjelaskan baik keuntungannya maupun kelemahannya.
4-1. Keuntungan
- Mencegah perilaku tautan default Memungkinkan kontrol penuh atas peristiwa klik tanpa memicu navigasi halaman.
- Implementasi sederhana dan intuitif Mudah dipahami dan digunakan, bahkan bagi pemula.
- Mudah untuk tautan placeholder Berguna untuk sementara mengarahkan tautan ke halaman yang belum selesai.
4-2. Peringatan dan Kerugian
- Dampak negatif pada SEO Mesin pencari tidak dapat merayapi tautan yang menggunakan
javascript:void(0)dengan baik, yang dapat mengurangi efektivitas SEO. - Masalah aksesibilitas Pembaca layar dan navigasi keyboard mungkin tidak berfungsi dengan benar.
4-3. Kapan Menggunakan dan Kapan Menghindari
Kasus penggunaan yang direkomendasikan:
- Saat menerapkan perilaku seperti tombol menggunakan tautan.
- Saat sementara membuat tautan placeholder atau tautan mati.
Kasus yang harus dihindari:
- Tautan di mana SEO dan aksesibilitas sangat penting.
- Proyek berskala besar yang memerlukan pemeliharaan dan skalabilitas.

5. Alternatif dan Praktik Terbaik Modern
Meskipun javascript:void(0) merupakan teknik yang praktis, penggunaannya memerlukan pertimbangan hati‑hati terkait SEO dan aksesibilitas. Bagian ini memperkenalkan alternatif yang lebih aman dan lebih direkomendasikan.
5-1. Menggunakan event.preventDefault()
Konsep Dasar
event.preventDefault() adalah metode yang membatalkan perilaku default sebuah elemen, seperti navigasi tautan atau pengiriman formulir.
Contoh
HTML:
<a href="#" id="customLink">Link</a>
JavaScript:
document.getElementById('customLink').addEventListener('click', function(event) {
event.preventDefault(); // Disable default behavior
alert('A custom event was executed!');
});
5-2. Menggunakan Tag <button>
Konsep Dasar
Dalam HTML5, tag <button> direkomendasikan untuk elemen yang berfungsi sebagai tombol.
Contoh
HTML:
<button id="actionButton">Click</button>
JavaScript:
document.getElementById('actionButton').addEventListener('click', function() {
alert('The button was clicked!');
});
5-3. Implementasi yang Ramah Aksesibilitas dan SEO
HTML:
<a href="#" id="accessibleLink" tabindex="0">Click</a>
JavaScript:
document.getElementById('accessibleLink').addEventListener('keydown', function(event) {
if (event.key === 'Enter') {
alert('Executed using the Enter key!');
}
});
6. Contoh Kode Berdasarkan Kasus Penggunaan
6-1. Membuat Menu Navigasi
HTML:
<a href="javascript:void(0);" id="menuToggle">Menu</a>
<ul id="menu" style="display: none;">
<li><a href="#">Home</a></li>
<li><a href="#">Services</a></li>
<li><a href="#">Contact</a></li>
</ul>
JavaScript:
document.getElementById('menuToggle').addEventListener('click', function() {
const menu = document.getElementById('menu');
menu.style.display = (menu.style.display === 'none') ? 'block' : 'none';
});
6-2. Pemicu Jendela Modal
HTML:
<a href="javascript:void(0);" id="openModal">Open Modal</a>
<div id="modal" style="display:none; background:rgba(0,0,0,0.5); padding:20px;">
<p>This is a modal window.</p>
<button id="closeModal">Close</button>
</div>
JavaScript:
const modal = document.getElementById('modal');
document.getElementById('openModal').addEventListener('click', function() {
modal.style.display = 'block';
});
document.getElementById('closeModal').addEventListener('click', function() {
modal.style.display = 'none';
});
7. Ringkasan – Cara Menggunakan “javascript:void(0)” dan Pilihan di Masa Depan
7-1. Poin Penting
- Konsep inti
javascript:void(0)Sebuah teknik yang menonaktifkan perilaku default tautan sambil memungkinkan logika khusus dijalankan. - Perhatian dan alternatif Untuk memastikan SEO dan aksesibilitas, pendekatan seperti
event.preventDefault()dan tag<button>direkomendasikan. - Contoh praktis dan skenario penerapan Kasus penggunaan konkret seperti menu navigasi dan jendela modal diperkenalkan.
7-2. Rekomendasi untuk Pengembangan Web Modern
Meskipun javascript:void(0) masih digunakan dalam beberapa situasi, pengembangan web modern menekankan lebih pada aksesibilitas dan SEO.
Pendekatan yang direkomendasikan:
- Gunakan
javascript:void(0)untuk proyek kecil atau pengujian perilaku cepat. - Untuk lingkungan produksi dan proyek berskala besar, gunakan
event.preventDefault()atau tag<button>untuk memastikan ekstensi dan keamanan.
7-3. Pemikiran Akhir
Berdasarkan pengetahuan yang disajikan dalam artikel ini, praktikkan pemrograman dengan fokus seimbang pada SEO dan pengalaman pengguna.



